ana maria ambanu
farmasi kupang
poltekes kemenkes kupang
KEMBANG
SEPATU

Pengertian
umum kontrasepsi adalah berbagai cara untuk mencegah kehamilan. Obat
kontrasepsi mempengaruhi pada 3 bagian proses reproduksi pria yang yaitu proses
spermatogenesis, proses maturasi sperma, dan transportasi sperma. Sedang
pengaruh kontrasepsi pada proses reproduksi wanita antara lain menghambat
ovulasi, menghambat penetrasi sperma, menghambat fertilisasi, dan menghambat
implantasi.
Kembang sepatu atau dalam bahasa latinnya Hibiscus
rosa-sinensis, tidak hanya indah sebagai penghias taman, tapi juga punya banyak
manfaat bagi kesehatan.
Senyawa berkhasiat yang
terkandung di dalam tanaman kembang sepatu antara lain senyawa golongan sterol,
seperti stigmasterol, kampesterol dan beta sitosterol. Juga ada asam tartrat,
asam sitrat dan asam oksalat, flavonoid dan glikosida flavonoid.
KesehatanReproduksi
Barangkali kita sulit mempercayai, daun, akar dan bunga tanaman kembang sepatu sudah digunakan untuk mengatasi berbagai gangguan proses menstruasi. Pemakaian untuk tujuan ini tidak saja dilakukan oleh masyarakat di India, tapi juga masyarakat yang bermukim di benua lain.
Rebusan daun dan bunga dari kembang sepatu, secara turun temurun dikenal berkhasiat untuk menjaga kelancaran atau keteraturan siklus haid, mengendalikan pengeluaran darah secara berlebihan dan mengobati berbagai gangguan yang berhubungan dengan siklus haid. Bunga sepatu juga dapat bermanfaat sebagai alat kontrasepsi.
Barangkali kita sulit mempercayai, daun, akar dan bunga tanaman kembang sepatu sudah digunakan untuk mengatasi berbagai gangguan proses menstruasi. Pemakaian untuk tujuan ini tidak saja dilakukan oleh masyarakat di India, tapi juga masyarakat yang bermukim di benua lain.
Rebusan daun dan bunga dari kembang sepatu, secara turun temurun dikenal berkhasiat untuk menjaga kelancaran atau keteraturan siklus haid, mengendalikan pengeluaran darah secara berlebihan dan mengobati berbagai gangguan yang berhubungan dengan siklus haid. Bunga sepatu juga dapat bermanfaat sebagai alat kontrasepsi.
Kembang
Sepatu (Hibiscus rosasinensis)


kembang
sepatu
Ektrak
kembang sepatu memiliki sifat antiestrogenik, yakni mengganggu aktivitas hormon
reproduksi pada wanita dan pria. Pada pria, air rebusan kembang sepatu dapat
memberikan efek menghambat produksi sperma, mengganggu kesetimbangan hormon
reproduksi (progesteron), mengganggu fungsi endokrin, dan memperkecil ukuran
testis. Tetapi pengaruh itu hanya timbul selama masih mengkonsumsi ekstrak.
Efek
Penggunaan Bahan Alam Sebagai Alat Kontrasepsi Tradisional
Meski
berasal dari tumbuh-tumbuhan (bahan alam) yang relatif sedikit efek samping,
penggunaan kontrasepsi alami tetaplah harus hati-hati. Sebab, senyawa-senyawa
yang berperan sebagai kontrasepsi dapat juga memberikan efek negatif jika
pemakaian berlebihan dan tidak terkontrol.
Tidak semua
tanaman aman digunakan untuk satu tujuan tertentu. Satu tumbuhan bisa
mengandung puluhan, bahkan ratusan, senyawa kimia dengan beragan khasiat dan
kegunaan. Sehingga dosis yang akan digunakan akan sangat mempengaruhi
diperolehnya khasiat yang diinginkan dan efek yang tidak diinginkan.
Misalnya
pada pria dapat mengakibatkan kemandulan (sterilitas) atau ketidakmampuan
membuahi pada sperma, impotensi (disfungsi ereksi), dan kualitas sperma yang
kurang baik atau cacat.
Penggunaan
kontrasepsi untuk pria perlu juga diperhatikan daya spermisidnya, sebaiknya
daya spermisidnya 100% dengan waktu yang singkat, sebab jika daya bunuhnya
tidak 100% dikhawatirkan sperma yang abnormal bila sempat membuahi sel telur
mengakibatkan janin akan abnormal.
Kehati-hatian
juga diperlukan bagi wanita yang ingin menggunakan kontrasepsi alami, karena
beberapa jenis tanaman bersifat mendua. Ia dapat bersifat antifertilitas,
tetapi juga dapat menyebabkan keguguran (abortifacien). Selain itu ada beberapa
senyawa yang terdapat pada tumbuhan seperti minyak inggu, tansy, dan minyak
savin, jika dalam konsentrasi tinggi dapat menyebabkan kontraksi berlebihan
pada rahim sehingga dapat terjadi iritasi rahim.
Penggunaan
bahan alam sebagai kontrasepsi secara terkontrol dan dalam batas dosis aman dan
dianjurkan, tidak akan menyebabkan efek samping yang permanen. Seperti pada
penggunaan ekstrak kembang sepatu, dapat memberikan efek menghambat produksi
sperma dan mengganggu fugnsi endokrin. Efek tersebut hanya timbul selama
pemberian ekstrak, jika pemberian dihentikan organ reproduksi kembali normal.
Penggunaan
kontrasepsi alami dalam batas dosis aman yang dianjurkan, dapat menjadi
alternatif dari alat kontrasepsi modern karena relatif lebih murah dan mudah didapat
serta memiliki efek samping yang sangat sedikit dibandingkan dengan alat
kontrasepsi modern (sintesis).